Penjualan Neto Enseval Bertumbuh Sebesar 13,79% Pada Semester pertama tahun 2026
Jakarta, 31 Juli 2026 – PT Enseval Putera Megatrading Tbk ("Perseroan") membukukan Penjualan Neto sebesar Rp18.271,68 miliar pada Semester pertama 2026 berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anaknya untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 (tidak diaudit). Capaian tersebut meningkat 13,79% dibandingkan Penjualan Neto Semester I 2025 sebesar Rp16.056,77 miliar, mencerminkan pertumbuhan aktivitas usaha Perseroan yang berkelanjutan.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, Beban Pokok Penjualan meningkat 13,77% menjadi Rp16.431,77 miliar. Perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan profitabilitas dengan membukukan Laba Bruto sebesar Rp1.839,92 miliar, meningkat 14,05% dibandingkan Semester pertama 2025.
Beban Usaha tercatat sebesar Rp1.254,27 miliar, terdiri atas Beban Penjualan sebesar Rp1.105,77 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp148,49 miliar. Kenaikan Beban Usaha sebesar 12,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sejalan dengan ekspansi dan penguatan operasional Perseroan. Dengan demikian, Perseroan membukukan Laba Usaha sebesar Rp585,65 miliar.
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan tercatat sebesar Rp564,58 miliar. Komposisi Pendapatan (Beban) Lain-lain meliputi Pendapatan keuangan sebesar Rp5,40 miliar, Beban keuangan sebesar Rp11,14 miliar, Beban pajak final sebesar Rp1,66 miliar, Bagian laba neto pada entitas asosiasi sebesar Rp5,47 miliar, Pendapatan operasi lainnya sebesar Rp22,06 miliar, serta Beban operasi lainnya sebesar Rp41,20 miliar.
Sementara itu, Beban Pajak Penghasilan tercatat sebesar Rp126,30 miliar, relatif stabil dibandingkan Semester pertama 2025 sebesar Rp114,04 miliar.
Dengan demikian, Perseroan membukukan Laba Periode Berjalan sebesar Rp438,28 miliar, meningkat 11,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika operasional dan kondisi pasar.
Dari sisi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 (Diaudit), Total Aset Perseroan meningkat sebesar 8,66%, dari Rp13,13 triliun menjadi Rp14,27 triliun. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 13,29% dari Rp5,27 triliun per tanggal 31 Desember 2025 menjadi Rp5,97 triliun di Semester pertama tahun 2026. Sehingga Total Ekuitas Perseroan meningkat 5,56% dari Rp7,87 triliun menjadi Rp8,30 triliun di Semester pertama tahun 2026.
Kinerja Masing - Masing Divisi
Saat ini Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Jasa Layanan Kesehatan dan Pengangkutan serta Obat Hewan dan Ternak.
Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 37,63%. Pada Semester pertama tahun 2026, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp6.875,43 miliar, meningkat sebesar 13,14% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
- Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 34,69%. Sampai dengan Semester pertama tahun 2026, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp6.337,82 miliar atau bertumbuh sebesar 14,35% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
- Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp2.603,17 miliar pada Semester pertama tahun 2026 dengan kontribusi sebesar 14,25% dan mengalami peningkatan sebesar 9,35% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
- Divisi Bahan Baku Untuk Dijual mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp1.475,24 miliar pada Semester pertama tahun 2026, meningkat 20,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, serta memberikan kontribusi sebesar 8,07%.
- Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 4,90% pada Semester pertama tahun 2026, dengan angka Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp894,64 miliar, meningkat 17,75% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
- Penjualan Neto dari Divisi Jasa Layanan Kesehatan dan Pengangkutan tercatat sebesar Rp60,65 miliar, meningkat 48,48% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025. Divisi ini memberikan kontribusi sebesar 0,33%.
- Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp24,72 miliar, menurun 11,15% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp27,83 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,14% terhadap total Penjualan Neto Perseroan.



