EPMT
30 Oktober 2026

PENJUALAN NETO ENSEVAL BERTUMBUH SEBESAR 10,93% PADA TRIWULAN KETIGA TAHUN 2026

Jakarta, 30 Oktober 2026 – PT Enseval Putera Megatrading Tbk ("Perseroan") membukukan Penjualan Neto sebesar Rp27.104,22 miliar pada Triwulan Ketiga 2026 berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anaknya untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026 (tidak diaudit). Capaian tersebut meningkat 10,93% dibandingkan Penjualan Neto Triwulan Ketiga 2025 sebesar Rp24.434,73 miliar, mencerminkan pertumbuhan aktivitas usaha Perseroan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, Beban Pokok Penjualan meningkat 10,75% menjadi Rp24.343,93 miliar. Perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan profitabilitas dengan membukukan Laba Bruto sebesar Rp2.760,29 miliar, meningkat 12,45% dibandingkan Triwulan Ketiga 2025.

Beban Usaha tercatat sebesar Rp1.855,31 miliar, terdiri atas Beban Penjualan sebesar Rp1.668,82 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp186,48 miliar. Kenaikan Beban Usaha sebesar 11,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, Perseroan membukukan Laba Usaha sebesar Rp904,98 miliar.

Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan tercatat sebesar Rp901,15 miliar. Komposisi Pendapatan (Beban) Lain-lain meliputi Pendapatan keuangan sebesar Rp8,77 miliar, Beban keuangan sebesar Rp15,61 miliar, Beban pajak final sebesar Rp2,60 miliar, Bagian laba neto pada entitas asosiasi sebesar Rp6,45 miliar, Pendapatan operasi lainnya sebesar Rp37,64 miliar, serta Beban operasi lainnya sebesar Rp38,49 miliar.

Sementara itu, Beban Pajak Penghasilan tercatat sebesar Rp202,56 miliar, meningkat 15,62% dibandingkan Triwulan Ketiga 2025 yang tercatat sebesar Rp175,20 miliar.

Dengan demikian, Perseroan membukukan Laba Periode Berjalan sebesar Rp698,59 miliar, meningkat 15,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dapat menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika operasional dan kondisi pasar.

Dari sisi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 September 2026 (Tidak Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 (Diaudit), Total Aset Perseroan meningkat sebesar 8,16%, dari Rp13,13 triliun menjadi Rp14,20 triliun. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 7,39% dari Rp5,27 triliun per tanggal 31 Desember 2025 menjadi Rp5,66 triliun di Triwulan Ketiga tahun 2026. Sehingga Total Ekuitas Perseroan meningkat 8,67% dari Rp7,87 triliun menjadi Rp8,55 triliun di Triwulan Ketiga tahun 2026.

 

Kinerja Masing - Masing Divisi

Saat ini Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Jasa Layanan Kesehatan dan Pengangkutan serta Obat Hewan dan Ternak.

Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 36,69%. Pada Triwulan Ketiga tahun 2026, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp9.945,67 miliar, meningkat sebesar 8,33% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
  • Divisi Obat dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 35,27%. Sampai dengan Triwulan Ketiga tahun 2026, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp9.560,08 miliar atau bertumbuh sebesar 11,78% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
  • Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp3.896,60 miliar pada Triwulan Ketiga tahun 2026 dengan kontribusi sebesar 14,38% dan mengalami peningkatan sebesar 12,35% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
  • Divisi Bahan Baku untuk Dijual mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp2.168,65 miliar pada Triwulan Ketiga tahun 2026, meningkat 15,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, serta memberikan kontribusi sebesar 8,00%.
  • Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 5,19% pada Triwulan Ketiga tahun 2026, dengan angka Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp1.405,50 miliar, meningkat 12,50% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
  • Penjualan Neto dari Divisi Jasa Layanan Kesehatan dan Pengangkutan tercatat sebesar Rp92,27 miliar, meningkat 37,38% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025. Divisi ini memberikan kontribusi sebesar 0,34%.
  • Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp35,45 miliar, menurun 14,58% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp41,50 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,13% terhadap total Penjualan Neto Perseroan.

 

Tentang Enseval          

PT Enseval Putera Megatrading Tbk ("Enseval") merupakan salah satu perusahaan distribusi dan logistik terbesar di Indonesia yang telah memulai kegiatan usahanya sejak tahun 1973. Perseroan menjadi perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan kode saham EPMT di Bursa Efek Indonesia.

Selain mendistribusikan produk-produk Kalbe Group, Enseval juga dipercaya oleh berbagai principal nasional maupun internasional. Perseroan didukung oleh jaringan distribusi yang luas, terdiri atas 3 Pusat Distribusi di Jakarta, Cikarang, dan Surabaya, 48 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, serta 24 cabang melalui entitas anak PT Tri Sapta Jaya.

Hingga saat ini, Perseroan memiliki 8 entitas anak yang bergerak di bidang distribusi dan logistik, bahan baku, peralatan kesehatan, layanan kesehatan, serta jasa pengangkutan.

Kembali ke daftar