Penjualan Neto Perseroan Bertumbuh Sebesar 13,88 persen Pada Akhir Tahun 2021 dan Membagikan Dividen Tunai Sebesar Rp205 Per Lembar Saham..

17 May 2022

Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Perseroan) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (Rapat), yang diadakan di Gedung Kalbe Business Innovation Center, Ruang Auditorium, Lantai 4, Jl. Pulogadung No.23, RW.9, Jatinegara, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13930. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Direktur Perseroan, Bapak Jos Iwan Atmadjaja, dalam Laporan Kinerja Perseroan selama tahun 2021, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp25.673,76 miliar atau bertumbuh sebesar 13,88% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp22.545,42 miliar. Untuk itu, berdasarkan hasil keputusan RUPS, Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp205,- per lembar saham kepada pemegang 2.708.640.000 saham.Beban Pokok Penjualan Perseroan pada akhir tahun 2021 tercatat sebesar Rp22.868,62 miliar meningkat sebesar 13,85% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp20.086,79 miliar. Dengan demikian Perseroan berhasil mencatatkan Laba Bruto sebesar Rp2.805,13 miliar pada akhir tahun 2021, bertumbuh sebesar 14,09% jika dibandingkan dengan dengan Laba Bruto pada akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp2.458,63 miliar. Pada akhir tahun 2021, Beban Usaha Perseroan tercatat sebesar Rp1.785,54 miliar, terdiri dari Beban Penjualan sebesar Rp1.571,37 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp214,17 miliar, atau meningkat 4,41% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020. Dengan demikian Perseroan mencatatkan Laba Usaha sebesar Rp1.019,60 miliar, meningkat sebesar 36,21% jika dibandingkan dengan Laba Usaha pada akhir tahun tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp748,56 miliar. Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan Perseroan tercatat sebesar Rp1.083,96 miliar meningkat sebesar 24,08% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Komposisi Pendapatan dan Beban Lain-lain terdiri dari Pendapatan Keuangan sebesar Rp31,70 miliar, Beban Keuangan sebesar Rp10,10 miliar, Pendapatan Operasi Lainnya sebesar Rp58,14 miliar, Beban Pajak Final sebesar Rp7,31 miliar dan Beban Operasi Lainnya yang tercatat sebesar Rp8,07 miliar. Beban Pajak Penghasilan Perseroan tercatat sebesar Rp237,72 miliar naik sebesar 22,70% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp193,74 miliar. Sehingga Perseroan dapat mencatatkan Laba Periode Berjalan sebesar Rp846,24 miliar pada akhir tahun 2021, bertumbuh sebesar 24,47% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp679,87 miliar. Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2021 (diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2020 (diaudit), Total Aset Perseroan meningkat 5,63%, dari Rp9,21 triliun menjadi Rp9,73 triliun. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 8,70% dari Rp2,65 triliun per tanggal 31 Desember 2020 menjadi Rp2,88 triliun di akhir tahun 2021. Sehingga Total Ekuitas Perseroan meningkat 4,38% dari Rp6,56 triliun menjadi Rp6,85 triliun di akhir tahun 2021.  Kinerja Masing - Masing Divisi Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan Kesehatan. Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut: Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 41,02%. Pada akhir tahun 2021, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp10.530,45 miliar atau meningkat 5,50% jika dibandingkan dengan periode yang sama di akhir tahun 2020. Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 29,96%. Sampai dengan akhir tahun 2021, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp7.692,50 miliar atau bertumbuh sebesar 25,70% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020. Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp3.822,60 miliar pada akhir tahun 2021 dengan kontribusi sebesar 14,89% dan mengalami peningkatan sebesar 21,61% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020. Divisi Bahan Baku untuk dijual mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp1.996,20 miliar pada akhir tahun 2021, atau meningkat 12,66% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020, serta memberikan kontribusi sebesar 7,78%. Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 6,11% pada akhir tahun 2021, dengan angka Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp1.569,45 miliar, meningkat sebesar 6,03% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020. Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp49,54 miliar, meningkat 19,66% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp41,40 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,19% terhadap total Penjualan Neto Perseroan. Penjualan Neto dari Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan tercatat sebesar Rp13,01 miliar, meningkat 80,31% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp7,22 miliar. Kontribusi divisi ini terhadap total Penjualan Neto Perseroan adalah sebesar 0,05%.Berdasarkan RUPST, dihasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut: 1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, termasuk didalamnya laporan kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan tersebut;  2. a. Menyetujui atas penggunaan keuntungan Perseroan pada tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk tahun buku 2021, sebesar Rp847.881.142.916,00 sebagai berikut: i. Sebesar Rp555.271.200.000,00 sebagai dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang 2.708.640.000 saham, sehingga setiap saham akan mendapat dividen tunai sebesar Rp205,00 dengan memperhatikan peraturan perpajakan yang berlaku; ii. Sebesar Rp8.478.811.429,16 disisihkan sebagai Dana Cadangan; iii. Sisa laba tahun berjalan dibukukan sebagai laba ditahan. b. Memberi wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan dengan pembagian dividen tunai tersebut, termasuk tidak terbatas untuk menentukan jadwal waktu, tanggal dan cara pembayaran dividen tunai tersebut;  3. a. Mengangkat Ibu ANGELIQUE ARYANTO, M.B.A., sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan, terhitung sejak ditutupnya Rapat; b. Menetapkan dan mengangkat susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan, dengan masa jabatan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2024, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris:Presiden Komisaris : Bapak BUDI DHARMA WREKSOATMODJO.  Komisaris : Bapak DJONNY HARTONO TJAHYADI.  Komisaris : Bapak SANADI BOENJAMIN.   Komisaris : Ibu ANGELIQUE ARYANTO, M.B.A. Komisaris Independen : Ibu LUCKY SURJADI SLAMET. Komisaris Independen : Ibu ROSALINA IRAWATY. c. Memberikan wewenang dan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan, sehubungan dengan pengangkatan anggota Dewan Komisaris Perseroan tersebut termasuk tetapi tidak terbatas untuk membuat atau meminta untuk dibuatkan serta menandatangani segala akta yang dibuat dihadapan Notaris, selanjutnya memberitahukan kepada pihak yang berwenang serta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. 4. a. Menyetujui dan Menetapkan gaji dan/atau honorarium bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan secara keseluruhan untuk tahun buku 2022 sebanyak-banyaknya tidak melebihi 0,02% dari total Penjualan Neto Perseroan tahun 2021 dan memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan alokasinya, dengan memperhatikan masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. b. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan/atau tunjangan bagi anggota Direksi Perseroan, dengan memperhatikan masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.  5. a. Memberi wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris, untuk menunjuk dan/atau mengganti Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (termasuk Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik Terdaftar tersebut) yang akan mengaudit/memeriksa buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 serta menetapkan besarnya honorarium dan syarat lainnya tentang penunjukan Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan tersebut (termasuk Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik Terdaftar tersebut) dengan memperhatikan rekomendasi Komite Audit dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; b. Menyatakan pemberian wewenang dan kuasa tersebut berlaku terhitung sejak usul diajukan dalam mata acara ini disetujui oleh Rapat.  Berdasarkan RUPSLB, dihasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut: 1. a. Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020 (dua ribu dua puluh) berikut perubahan atau pembaharuannya atau bunyi lain sebagaimana ditentukan instansi yang berwenang, sebagaimana telah disampaikan dalam Rapat. b. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi, untuk melakukan segala dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan keputusan tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas untuk menyatakan/menuangkan keputusan tersebut dalam akta-akta yang dibuat dihadapan Notaris, untuk merubah, menyesuaikan dan/atau menyusun kembali ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020 (dua ribu dua puluh) berikut perubahan atau pembaharuannya (bila ada) dan bunyi lain sebagaimana ditentukan instansi yang berwenang, sebagaimana yang disyaratkan oleh serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang selanjutnya untuk mengajukan permohonan persetujuan dan/atau menyampaikan pemberitahuan atas keputusan Rapat ini dan/atau perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam keputusan Rapat ini kepada instansi yang berwenang, serta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tentang Enseval Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 4.500 karyawan. Enseval menjadi Perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal-prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 3 Pusat Distribusi (DC) yang terletak di Jakarta, Cikarang dan Surabaya dan 48 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 27 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 9 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan. 

Penjualan Neto Perseroan Bertumbuh Sebesar 17,7 Persen Pada Triwulan Pertama Tahun 2022.

28 Apr 2022

Jakarta, 28 April 2022, Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan Entitas Anaknya. Tanggal 31 Maret 2022 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut (Tidak Diaudit), dengan ini Perseroan menginformasikan bahwa pada triwulan pertama tahun 2022, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp6.798,81 miliar atau bertumbuh sebesar 17,7% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada triwulan pertama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp5.775,70 miliar. Beban Pokok Penjualan Perseroan pada triwulan pertama tahun 2022 tercatat sebesar Rp6.009,57 miliar meningkat sebesar 19,0% jika dibandingkan dengan triwulan pertama pada tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp5.049,04 miliar. Dengan demikian Perseroan berhasil mencatatkan Laba Bruto sebesar Rp789,23 miliar pada triwulan pertama tahun 2022, bertumbuh sebesar 8,6% jika dibandingkan dengan dengan Laba Bruto pada triwulan pertama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp726,66 miliar. Pada triwulan pertama tahun 2022, Beban Usaha Perseroan tercatat sebesar Rp462,00 miliar, terdiri dari Beban Penjualan sebesar Rp407,43 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp54,57 miliar, atau meningkat 5,5% jika dibandingkan dengan triwulan pertama pada tahun 2021. Dengan demikian Perseroan mencatatkan Laba Usaha sebesar Rp327,23 miliar, meningkat sebesar 13,3% jika dibandingkan dengan Laba Usaha pada triwulan pertama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp288,82 miliar. Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan Perseroan tercatat sebesar Rp338,12 miliar meningkat sebesar 14,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021. Komposisi Pendapatan dan Beban Lain-lain terdiri dari Pendapatan Keuangan sebesar Rp7,25 miliar, Beban Keuangan sebesar Rp2,56 miliar, Pendapatan Operasi Lainnya sebesar Rp8,97 miliar, Beban Pajak Final sebesar Rp1,44 miliar dan Beban Operasi Lainnya yang tercatat sebesar Rp1,32 miliar. Beban Pajak Penghasilan Perseroan tercatat sebesar Rp73,96 miliar naik sebesar 10,54% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp66,91 miliar. Sehingga Perseroan dapat mencatatkan Laba Periode Berjalan sebesar Rp264,15 miliar pada triwulan pertama tahun 2022, bertumbuh sebesar 15,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp229,10 miliar. Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Maret 2022 (Tidak Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2021 (Diaudit), Total Aset Perseroan meningkat sebesar 10,44%, dari Rp9,73 triliun menjadi Rp10,75 triliun. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 26,02% dari Rp2,88 triliun per tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp3,63 triliun di triwulan pertama tahun 2022. Sehingga Total Ekuitas Perseroan meningkat 3,88% dari Rp6,85 triliun menjadi Rp7,11 triliun di triwulan pertama tahun 2022.Kinerja Masing - Masing DivisiPerseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan Kesehatan. Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 41,88%. Pada triwulan pertama tahun 2022, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp2.847,41 miliar atau meningkat sebesar 21,46% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 29,53%. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2022, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp2.007,39 miliar atau bertumbuh sebesar 20,68% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp1.029,41 miliar pada triwulan pertama tahun 2022 dengan kontribusi sebesar 15,14% dan mengalami peningkatan sebesar 9,53% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.Divisi Bahan Baku mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp583,45 miliar pada triwulan pertama tahun 2022, atau meningat 21,12% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021, serta memberikan kontribusi sebesar 8,58%.Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 4,51% pada triwulan pertama tahun 2022, dengan angka Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp306,74 miliar, menurun sebesar 7,77% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.Penjualan Neto dari Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan tercatat sebesar Rp13,90 miliar, meningkat 583,27% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp2,03 miliar. Kontribusi divisi ini terhadap total Penjualan Neto Perseroan adalah sebesar 0,20%.Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp10,52 miliar, menurun 10,38% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp11,74 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,15% terhadap total Penjualan Neto Perseroan. Tentang Enseval          Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 5.000 karyawan. Enseval menjadi Perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh principal-prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 3 Pusat Distribusi yang terletak di Jakarta, Cikarang dan Surabaya dan 48 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 27 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 9 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan.

Penjualan Neto Perseroan bertumbuh sebesar 13,88 persen pada akhir tahun 2021..

31 Mar 2022

Jakarta, 31 Maret 2022 Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan Entitas Anaknya ("Perseroan") Tanggal 31 Desember 2021 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (diaudit), Perseroan menginformasikan pada akhir tahun 2021, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp25.673,76 miliar atau bertumbuh sebesar 13,88% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp22.545,42 miliar. Sedangkan Beban Pokok Penjualan Perseroan pada akhir tahun 2021 tercatat sebesar Rp22.868,62 miliar meningkat sebesar 13,85% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp20.086,79 miliar. Dengan demikian Perseroan berhasil mencatatkan Laba Bruto sebesar Rp2.805,13 miliar pada akhir tahun 2021, bertumbuh sebesar 14,09% jika dibandingkan dengan dengan Laba Bruto pada akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp2.458,63 miliar. Pada akhir tahun 2021, Beban Usaha Perseroan tercatat sebesar Rp1.785,54 miliar, terdiri dari Beban Penjualan sebesar Rp1.571,37 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp214,17 miliar, atau meningkat 4,41% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020. Dengan demikian Perseroan mencatatkan Laba Usaha sebesar Rp1.019,60 miliar, meningkat sebesar 36,21% jika dibandingkan dengan Laba Usaha pada akhir tahun tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp748,56 miliar. Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan Perseroan tercatat sebesar Rp1.083,96 miliar meningkat sebesar 24,08% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Komposisi Pendapatan dan Beban Lain-lain terdiri dari Pendapatan Keuangan sebesar Rp31,70 miliar, Beban Keuangan sebesar Rp10,10 miliar, Pendapatan Operasi Lainnya sebesar Rp58,14 miliar, Beban Pajak Final sebesar Rp7,31 miliar dan Beban Operasi Lainnya yang tercatat sebesar Rp8,07 miliar. Beban Pajak Penghasilan Perseroan tercatat sebesar Rp237,72 miliar naik sebesar 22,70% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp193,74 miliar. Sehingga Perseroan dapat mencatatkan Laba Periode Berjalan sebesar Rp846,24 miliar pada akhir tahun 2021, bertumbuh sebesar 24,47% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp679,87 miliar. Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2021 (diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2020 (diaudit), Total Aset Perseroan meningkat 5,63%, dari Rp9,21 triliun menjadi Rp9,73 triliun. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 8,70% dari Rp2,65 triliun per tanggal 31 Desember 2020 menjadi Rp2,88 triliun di akhir tahun 2021. Sehingga Total Ekuitas Perseroan meningkat 4,38% dari Rp6,56 triliun menjadi Rp6,85 triliun di akhir tahun 2021. Kinerja Masing - Masing DivisiPerseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan Kesehatan. Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut: Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 41,02%. Pada akhir tahun 2021, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp10.530,45 miliar atau meningkat 5,50% jika dibandingkan dengan periode yang sama di akhir tahun 2020. Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 29,96%. Sampai dengan akhir tahun 2021, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp7.692,50 miliar atau bertumbuh sebesar 25,70% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020. Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp3.822,60 miliar pada akhir tahun 2021 dengan kontribusi sebesar 14,89% dan mengalami peningkatan sebesar 21,61% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020. Divisi Bahan Baku untuk dijual mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp1.996,20 miliar pada akhir tahun 2021, atau meningkat 12,66% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020, serta memberikan kontribusi sebesar 7,78%. Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 6,11% pada akhir tahun 2021, dengan angka Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp1.569,45 miliar, meningkat sebesar 6,03% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020. Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp49,54 miliar, meningkat 19,66% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp41,40 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,19% terhadap total Penjualan Neto Perseroan. Penjualan Neto dari Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan tercatat sebesar Rp13,01 miliar, meningkat 80,31% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp7,22 miliar. Kontribusi divisi ini terhadap total Penjualan Neto Perseroan adalah sebesar 0,05%. Tentang Enseval          Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 5.000 karyawan. Enseval menjadi Perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal-prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 3 Pusat Distribusi yang terletak di Jakarta, Cikarang dan Surabaya dan juga 48 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 28 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 10 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi dan logistik, penjualan bahan baku, peralatan kesehatan, jasa pelayanan kesehatan, serta jasa platform digital.
Elsa
Typically replies within an hour
Hi there 👋

How can I help you?
Start Chat