Penjualan Neto PT Enseval Putera Megatrading Tbk Bertumbuh sebesar 9,0% pada semester pertama 2019

Jakarta, 31 Juli 2019 – Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan Entitas Anaknya (“Perseroan”) Tanggal 30 Juni 2019 dan Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit), dengan ini Perseroan menginformasikan bahwa pada semester pertama 2019, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp11.005,47 miliar atau bertumbuh sebesar 9,0% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada semester pertama 2018 yang tercatat sebesar Rp10.092,51 miliar.

Beban Pokok Penjualan Perseroan pada semester pertama 2019 tercatat sebesar Rp9.792,18 miliar meningkat sebesar 9,4% jika dibandingkan dengan semester pertama pada tahun 2018 yang tercatat
sebesar Rp8.951,42 miliar.

Dengan demikian Perseroan berhasil mencatatkan Laba Bruto sebesar Rp1.213,29 miliar pada semester pertama 2019, bertumbuh sebesar 6,3% jika dibandingkan dengan dengan Laba Bruto pada semester pertama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp1.141,09 miliar.

Pada semester pertama 2019, Beban Usaha Perseroan tercatat sebesar Rp828,22 miliar, terdiri dari Beban Penjualan sebesar Rp719,17 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp109,05 miliar, atau meningkat 7,5% jika dibandingkan dengan semester pertama pada tahun 2018. Dengan demikian Perseroan dapat mencatatkan Laba Usaha sebesar Rp385,07 miliar, meningkat 3,8% jika dibandingkan dengan Laba Usaha pada semester pertama 2018 yang tercatat sebesar Rp370,85 miliar.

Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni 2019 (Tidak
Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2018 (Diaudit), Total Aset Perseroan mengalami penurunan dari Rp8,32 triliun menjadi Rp7,98 triliun atau mengalami penurunan 4,2%. Total Liabilitas Perseroan menurun sebesar 16,7% dari Rp2,54 triliun per tanggal 31 Desember 2018 menjadi Rp2,11 triliun di semester pertama tahun 2019. Total Ekuitas Perseroan meningkat 1,4% dari Rp5,79 triliun menjadi Rp5,87 triliun.

Kinerja Masing – Masing Divisi
Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan
Kesehatan.

Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:
• Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 43,43%. Pada semester pertama 2019, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp4.779,59 miliar atau bertumbuh sebesar 7,68% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018.
• Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 27,11%. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2019, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp2.983,13 miliar atau bertumbuh sebesar 8,65% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2018.
• Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp1.763,07 miliar pada semester pertama 2019 dengan kontribusi sebesar 16,02% dan mengalami peningkatan sebesar 7,05% jika dibandingkan dengan dengan periode yang sama di tahun 2018.
• Divisi Bahan Baku Untuk Dijual mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp884,45 miliar pada semester pertama 2019, atau meningkat 21,03% dibandingkan periode yang sama di tahun 2018, serta memberikan kontribusi sebesar 8,04%.
• Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 5,21% pada semester pertama 2019, dengan angka Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp573,81 miliar, meningkat sebesar 12,12% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.
• Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp18,06 miliar, meningkat 12,58% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp16,04 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,16% terhadap total Penjualan Neto Perseroan.
• Penjualan Neto dari Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan tercatat sebesar Rp3,36 miliar, meningkat 20,73% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp2,78 miliar. Kontribusi divisi ini terhadap total Penjualan Neto Perseroan adalah sebesar 0,03%.

Tentang Enseval
Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 4.500 karyawan. Enseval menjadi Perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal–prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 2 Pusat Distribusi Regional (RDC) yang terletak di Jakarta dan Surabaya dan 48 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 29 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya dan juga 179 Strategic Alliance Partner. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 6 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan.

Jakarta, 31 Juli 2019

Baca Juga

Panggilan RUPST & LB EPMT 2019

April 25, 2019

Direksi PT Enseval Putera Megatrading Tbk (“Perseroan”) dengan ini mengundang para pemegang saham

Perseroan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Luar Biasa (selanjutnya cukup disebut sebagai “Rapat”), yang akan diadakan pada:

Hari/Tanggal      : Jumat, 17 Mei 2019.

Waktu                  : 09:00 WIB – selesai.

Tempat                : EPM Function Room, Gedung A Lantai II, Jalan Rawa Gelam IV Nomor 6,

                                Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Selanjutnya

CONIM KALBE GROUP 2008 – Jakarta, 8-9 Mei 2008

Maret 27, 2008

Budaya improvement semakin berkembang di KALBE Group. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah peserta. Konvensi yang lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun lalu. Konvensi CONIM tahun ini yang mengangkat tema “CONIM CULTURE GREATER FUTURE” diikuti oleh 29 tim

Selanjutnya