PENJUALAN NETO PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING TBK BERTUMBUH SEBESAR 3,9% PADA TRIWULAN KETIGA 2018

Jakarta, 31 Oktober 2018 – Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan Entitas Anaknya (“Perseroan”) Tanggal 30 September 2018 dan Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit), dengan ini Perseroan menginformasikan bahwa pada triwulan ketiga 2018, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp15.128,10 miliar atau bertumbuh sebesar 3,9% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada triwulan ketiga 2017 yang tercatat sebesar Rp14.564,58 miliar.

Beban Pokok Penjualan Perseroan pada triwulan ketiga 2018 tercatat sebesar Rp13.359,81 miliar meningkat sebesar 2,4% jika dibandingkan dengan triwulan ketiga pada tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp13.050,84 miliar.

 

Dengan demikian Perseroan berhasil mencatatkan Laba Bruto sebesar Rp1.768,28 miliar pada triwulan ketiga 2018, bertumbuh sebesar 16,8% jika dibandingkan dengan dengan Laba Bruto pada triwulan ketiga tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp1.513,74 miliar.

 

Pada triwulan ketiga 2018, Beban Usaha Perseroan tercatat sebesar Rp1.162,90 miliar, terdiri dari Beban Penjualan sebesar Rp1.008,03 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp154,86 miliar, atau meningkat 4,9% jika dibandingkan dengan triwulan ketiga pada tahun 2017. Sehingga Perseroan dapat mencatatkan Laba Usaha sebesar Rp605,38 miliar, meningkat 49,3% jika dibandingkan dengan Laba Usaha pada triwulan ketiga 2017 yang tercatat sebesar Rp405,37 miliar.

 

Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 30 September 2018 (Tidak Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2017 (Diaudit), Total Aset  Perseroan meningkat dari Rp7,43 triliun menjadi Rp8,09 triliun mengalami peningkatan 8,9%. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 8,8% dari Rp2,30 triliun per tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp2,50 triliun di triwulan ketiga tahun 2018. Total Ekuitas Perseroan meningkat 8,9% dari Rp5,13 triliun menjadi Rp5,59 triliun.

 

Kinerja Masing – Masing Divisi

Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan Kesehatan.

Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 43,54%. Pada triwulan ketiga 2018, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp6.586,67 miliar atau bertumbuh sebesar 5,46% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017.
  • Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 27,25%. Sampai dengan tanggal 30 September 2018, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp4.122,21 miliar atau bertumbuh sebesar 2,39% jika dibandingkan  periode yang sama di tahun 2017.
  • Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp2.370,25 miliar pada triwulan ketiga 2018 dengan kontribusi sebesar 15,67% dan mengalami peningkatan sebesar 2,42% jika dibandingkan dengan dengan periode yang sama di tahun 2017.
  • Divisi Bahan Baku Untuk Dijual mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp1.156,15 miliar pada triwulan ketiga 2018, atau meningkat 4,74% dibandingkan  periode yang sama di tahun 2017, serta memberikan kontribusi sebesar 7,64%.
  • Divisi Peralatan Kesehatan  memberikan kontribusi sebesar 5,71% pada triwulan ketiga 2018, dengan angka Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp864,07 miliar, meningkat sebesar 2,62% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.
  • Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp24,43 miliar, menurun 8,86%  jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp26,80 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,16% terhadap total Penjualan Neto Perseroan.
  • Penjualan Neto dari Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan tercatat sebesar Rp4,32 miliar, menurun 28,02% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp6,00 miliar. Kontribusi divisi ini terhadap total Penjualan Neto Perseroan adalah sebesar 0,03%.

 

 

Tentang Enseval

 

Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 4.500 karyawan. Enseval menjadi Perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal–prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan memiliki  jaringan distribusi yang luas dengan 2 Pusat Distribusi Regional (RDC) yang terletak di Jakarta dan Surabaya dan 47 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 27 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya dan juga 180 strategic alliance partner. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 6 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan.

Baca Juga

WASPADA PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN REKRUITMEN PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING Tbk

November 13, 2018

Sehubungan dengan adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan/mengaku-ngaku sebagai bagian rekruitment dari PT Enseval Putera Megtrading Tbk (“Enseval”) dengan menggunakan dokumen yang dibuat seolah olah asli dan mencantumkan nama-nama yang bukan merupakan karyawan/manajemen dari Enseval, namun seolah-olah nama-nama tersebut adalah karyawan/manajemen Enseval, maka dengan ini, manajemen Enseval yang diwakili oleh Sekretaris Perusahaan, menyampaikan pemberitahuan sebagai berikut:

Selanjutnya

Enseval Basic Salesmanship Training

April 14, 2008

Eksistensi sebuah organisasi sangat ditentukan dari kemampuannya menjaga dan meningkatkan pertumbuhan bisnis. Di sebuah perusahaan distribusi, sales people merupakan salah satu ujung tombak perusahaan dan memiliki peran strategis untuk mencapai pertumbuhan bisnis.

Selanjutnya