LABA TAHUN BERJALAN MENINGKAT 7,05% PADA AKHIR TAHUN 2015, PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING Tbk MEMBAGIKAN DIVIDEN TUNAI SEBESAR RP 5,- PER LEMBAR SAHAM

Press Release

LABA TAHUN BERJALAN MENINGKAT 7,05% PADA AKHIR TAHUN 2015,
PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING Tbk MEMBAGIKAN DIVIDEN TUNAI
SEBESAR RP 5,- PER LEMBAR SAHAM
Press Release No.002/EPMT/CSEC/VI/2016

Jakarta, 25 Mei 2016 – Pada hari Rabu, 25 Mei 2016, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang diadakan di EPM Function Room, Gedung A Lantai II, Jalan Rawa Gelam IV Nomor 6, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Direktur Perseroan, Bapak Djonny Hartono Tjahyadi, dalam Laporan Kinerja Perseroan selama tahun 2015, Perseroan berhasil meraih peningkatan Laba Tahun Berjalan sebesar 7,05%, menjadi Rp Rp547,17 miliar dari Rp511,12 miliar pada tahun 2014. Untuk itu, berdasarkan hasil keputusan RUPST, Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp5,- per lembar saham kepada pemegang 2.708.640.000 saham.
Peningkatan Laba Tahun Berjalan Perseroan tidak terlepas dari meningkatnya Penjualan Neto Perseroan. Penjualan Neto Perseroan pada akhir tahun 2015 tercatat sebesar Rp17.476,10 miliar, meningkat 2,73% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada akhir tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp17.011,55 miliar. Beban Pokok Penjualan Perseroan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 1,89%, menjadi Rp15.366,26 miliar, dari Rp15.081,77 miliar pada akhir tahun 2014. Rasio Beban Pokok Penjualan terhadap Penjualan Neto pada akhir tahun 2015 mencapai 87,93%, menurun 0,73% jika dibandingkan pada akhir tahun 2014 yang tercatat sebesar 88,66%. Dengan demikian Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan Laba Bruto sebesar 9,33%, menjadi Rp2.109,84 miliar dari Rp1.929,78 miliar pada tahun 2014
Beban Usaha pada akhir tahun 2015 tercatat sebesar Rp1.403,20 miliar, terdiri dari Beban Penjualan sebesar Rp1.207,78 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp195,43 miliar. Dengan demikian, Perseroan dapat mencatatkan Laba Usaha pada akhir tahun 2015 sebesar Rp706,64 miliar, meningkat sebesar 9,19% jika dibandingkan dengan Laba Usaha pada akhir tahun 2014 sebesar Rp647,19 miliar.
Pada akhir tahun 2015, Perseroan juga mencatatkan: Pendapatan Keuangan sebesar Rp49,81 miliar, Beban Keuangan sebesar 13,04 miliar, Pendapatan Operasi Lainnya sebesar Rp27,93 miliar, Beban Pajak Final sebesar Rp10,01 miliar, serta Beban Operasi Lainnya sebesar Rp24,43 miliar. Pada akhir tahun 2015 Perseroan juga mencatatkan Beban Pajak Penghasilan, Neto sebesar Rp189,73 miliar.
Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanggal 31 Desember 2015 dengan tanggal 31 Desember 2014, Total Aset Perseroan meningkat menjadi Rp6.747,94 miliar dari Rp6.196,98 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 8,89%. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 0,43% dari Rp 2.666,25 miliar sampai dengan akhir tahun 2014 menjadi Rp2.677,69 miliar sampai dengan akhir tahun 2015. Total Ekuitas Perseroan meningkat 15,28% dari Rp3.530,73 miliar sampai dengan akhir tahun 2014 menjadi Rp4.070,25 miliar sampai dengan akhir tahun 2015.

Kinerja Masing – Masing Divisi

Perseroan mempunyai 7 (tujuh) Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan dan Ternak, serta Jasa Pelayanan Kesehatan.

Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:

Divisi Barang Konsumsi
Pada akhir tahun 2015, divisi barang konsumsi membukukan penjualan neto sebesar Rp7.517,61 miliar, turun 0,19% dari akhir tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp 7.531,55 miliar. Divisi barang konsumsi memberikan kontribusi sebesar 43,02% terhadap total penjualan neto Perseroan.

Divisi Obat dengan Resep Dokter
Penjualan neto dari divisi obat dengan resep dokter meningkat 0,79% dari Rp4.730,29 miliar pada akhir tahun 2014 menjadi Rp4.767,87 miliar pada akhir tahun 2015, berkontribusi 27,28% terhadap total penjualan neto Perseroan.

Divisi Obat Bebas
Divisi obat bebas berkontribusi 15,54% terhadap total penjualan neto Perseroan pada tahun 2015. Penjualan obat bebas mencapai Rp2.716,20 miliar, menunjukkan peningkatan 3,43% dibandingkan tahun 2014 yang mencapai Rp2.626,07 miliar.

Divisi Bahan Baku Untuk Dijual
Pada tahun 2015, penjualan divisi bahan baku untuk dijual tercatat sebesar Rp1.349,75 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 1,69% dibandingkan dengan akhir tahun 2014 yang mencapai Rp1.327,35 miliar. Divisi ini memberikan kontribusi sebesar 7,72% terhadap total penjualan neto.

Divisi Peralatan Kesehatan
Divisi peralatan kesehatan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2015, yaitu sebesar 45,88%, dengan penjualan neto mencapai Rp1.082,14 miliar dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2014 sebesar Rp741,78 miliar. Divisi peralatan kesehatan berkontribusi 6,19% terhadap total penjualan neto Perseroan.

Divisi Obat Hewan dan Ternak
Pada tahun 2015, divisi obat hewan dan ternak membukukan penjualan neto sebesar Rp36,05 miliar, mengalami penurunan sebesar 25,96% jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai Rp48,69 miliar. Divisi obat hewan dan ternak berkontribusi sebesar 0,21% terhadap total penjualan neto.

Jasa Pelayanan Kesehatan
Pada tahun 2015, jasa pelayanan kesehatan melalui Klinik Mitrasana membukukan penjualan neto sebesar Rp6,47 miliar, meningkat 11,38% dibandingkan tahun 2014 yang mencapai Rp5,81 miliar. Divisi jasa pelayanan kesehatan berkontribusi sebesar 0,04% terhadap total penjualan neto.

Berdasarkan RUPST, dihasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:

1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, termasuk didalamnya laporan kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan tersebut;
2. a. Menyetujui atas penggunaan keuntungan Perseroan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk tahun buku 2015, sebesar Rp. 547.124.228.884,00 (lima ratus empat puluh tujuh miliar seratus dua puluh empat juta dua ratus dua puluh delapan ribu delapan ratus delapan puluh empat Rupiah), untuk menetapkan penggunaannya sebagai berikut:
i. Sebesar Rp. 13.543.200.000,00 (tiga belas miliar lima ratus empat puluh tiga juta dua ratus ribu Rupiah) atau 2,475% (dua koma empat tujuh lima persen), sebagai dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang 2.708.640.000 (dua miliar tujuh ratus delapan juta enam ratus empat puluh ribu) saham, sehingga setiap saham akan mendapat dividen tunai sebesar Rp5,00 ( lima Rupiah);
ii. Sebesar Rp. 5.471.242.289,00 (lima miliar empat ratus tujuh puluh satu dua ratus empat puluh dua ribu dua ratus delapan puluh sembilan Rupiah), disisihkan sebagai Dana Cadangan;
iii. Sisa laba tahun berjalan sebesar Rp. 528.109.786.595,00 (lima ratus dua puluh delapan miliar seratus sembilan juta tujuh ratus delapan puluh enam ribu lima ratus sembilan puluh lima Rupiah), dibukukan sebagai laba ditahan;
2. b. Memberi wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan dengan pembagian dividen tunai tersebut, termasuk tidak terbatas untuk menentukan jadwal waktu, tanggal dan cara pembayaran dividen tunai tersebut;
3. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi;
4. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik Independen yang akan melakukan audit atas Laporan Keuangan buku-buku Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, dan memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium Akuntan Publik Independen tersebut serta persyaratan lain penunjukannya.

Tentang Enseval

Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan mempunyai lebih dari 6.435 karyawan. Enseval menjadi Perusahan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal–prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan mempunyai jaringan distribusi yang luas dengan 2 Pusat Distribusi Regional (RDC) yang terletak di Jakarta dan Surabaya, 46 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia dan 25 cabang lainnya melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya. Hingga kini, Perseroan mempunyai 6 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan, dan jasa pelayanan kesehatan.

Jakarta, 27 Mei 2016
———————————

Baca Juga

WASPADA PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN REKRUITMEN PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING Tbk

November 13, 2018

Sehubungan dengan adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan/mengaku-ngaku sebagai bagian rekruitment dari PT Enseval Putera Megtrading Tbk (“Enseval”) dengan menggunakan dokumen yang dibuat seolah olah asli dan mencantumkan nama-nama yang bukan merupakan karyawan/manajemen dari Enseval, namun seolah-olah nama-nama tersebut adalah karyawan/manajemen Enseval, maka dengan ini, manajemen Enseval yang diwakili oleh Sekretaris Perusahaan, menyampaikan pemberitahuan sebagai berikut:

Selanjutnya

Warehouse Safety Management Training

Mei 30, 2014

“Utamakan Selamat”, merupakan ungkapan yang tidak asing lagi dalam dunia kerja. Unsur keselamatan merupakan prioritas kerja dengan tujuan meminimalisasi kecelakaan dan kerugian yang dapat timbul. Tim RDC dan Logistik cabang di EPM juga sangat peduli dengan keselama

Selanjutnya