LABA TAHUN BERJALAN BERTUMBUH SEBESAR 29,1% PADA TRIWULAN PERTAMA 2016

Jakarta, 29 April 2016 – Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan Entitas Anaknya (“Perseroan”) Tanggal 31 Maret 2016 dan Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit), dengan ini Perseroan menginformasikan bahwa pada triwulan pertama 2016, laba tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar Rp123,22 miliar atau bertumbuh sebesar 29,1% jika dibandingkan dengan laba tahun berjalan pada triwulan pertama 2015 yang tercatat sebesar Rp95,45 miliar.

Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan tidak lepas dari pertumbuhan penjualan neto Perseroan pada triwulan pertama 2016. Penjualan neto Perseroan pada triwulan pertama 2016 tercatat sebesar Rp4.409,60 miliar, bertumbuh sebesar 8,2% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp4.075,13 miliar.

Melalui penerapan strategi yang baik, Perseroan berhasil menekan pertumbuhan beban pokok penjualan agar tetap berada di bawah pertumbuhan penjualan neto. Beban pokok penjualan Perseroan meningkat sebesar 7,6%, sedikit di bawah peningkatan penjualan neto Perseroan. Pada triwulan pertama 2016, beban pokok penjualan Perseroan tercatat sebesar Rp3.895,38 miliar, sedangkan pada triwulan pertama 2015, tercatat sebesar Rp3.618,91 miliar. Oleh karena itu, pada triwulan pertama 2016 Perseroan menghasilkan pertumbuhan laba bruto sebesar 12,7% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada triwulan pertama 2016, laba bruto Perseroan tercatat sebesar Rp514,23 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun 2015, laba bruto Perseroan tercatat sebesar Rp456,22 miliar.

Beban Usaha pada triwulan pertama tahun 2015 tercatat sebesar Rp370,79 miliar, terdiri dari beban penjualan sebesar Rp322,53 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp48,26 miliar. Dengan demikian Perseroan dapat mencatatkan Laba Usaha sebesar Rp143,43 miliar, meningkat sebesar 18,7% jika dibandingkan dengan Laba Usaha pada periode yang sama di tahun 2015 sebesar Rp120,87 miliar.

Pendapatan keuangan Perseroan pada triwulan pertama 2016 tercatat sebesar Rp19,76 miliar, Beban keuangan sebesar Rp2,91 miliar, Pendapatan Operasional Lainnya tercatat sebesar Rp14,96 miliar, Beban Pajak Final sebesar Rp4,04 miliar, serta Beban Operasi Lainnya sebesar Rp0,28 miliar. Sehingga Perseroan dapat mencatatkan Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan sebesar Rp170,92 miliar. Dan Beban Pajak Penghasilan Neto Perseroan pada triwulan pertama 2016 tercatat sebesar Rp47,70 miliar.

Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan sampai dengan tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 (Diaudit), total aset Perseroan meningkat dari Rp6,75 triliun menjadi Rp6,85 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 1,6%. Total liabilitas Perseroan menurun sebesar 0,9% dari Rp2,68 triliun sampai dengan triwulan pertama 2015 menjadi Rp2,65 triliun di triwulan pertama 2016. Total ekuitas Perseroan meningkat 3,1% dari Rp4,07 triliun menjadi Rp4,20 triliun.

Kinerja Masing – Masing Divisi

Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan Kesehatan.

Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:
• Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total penjualan neto, yaitu sebesar 43,97%. Pada triwulan pertama 2016, divisi ini berhasil membukukan penjualan neto sebesar Rp1.939,10 miliar atau bertumbuh sebesar 13,78% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015.
• Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 28,17%. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2016, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan penjualan neto sebesar Rp1.242,25 miliar atau bertumbuh sebesar 4,84% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2015.
• Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan penjualan neto sebesar Rp686,33 miliar pada triwulan pertama 2016 dengan kontribusi sebesar 15,56% dan mengalami penurunan sebesar 1,55% jika dibandingkan dengan dengan periode yang sama di tahun 2015.
• Divisi Bahan Baku Untuk Dijual mencatatkan penjualan neto sebesar Rp346,71 miliar pada triwulan pertama 2016, atau menurun 0,41% dibandingkan periode yang sama di tahun 2015, serta memberikan kontribusi sebesar 7,86%.
• Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 4,21% pada triwulan pertama 2016, dengan angka penjualan neto tercatat sebesar Rp185,47 miliar, meningkat sebesar 45,80% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015.
• Penjualan neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp8,13 miliar, menurun sebesar 32,37% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp12,02 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,18% terhadap total penjualan neto Perseroan.
• Meski hanya memberikan kontribusi yang kecil, Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan kembali mengalami pertumbuhan penjualan neto yang baik. Pada triwulan pertama 2016, angka penjualan neto dari divisi ini tercatat sebesar Rp1,62 miliar, meningkat sebesar 11,52% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp1,45 miliar. Kontribusi divisi ini terhadap total penjualan neto Perseroan adalah 0,04%.

Tentang Enseval
Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 6.400 karyawan. Enseval menjadi Perusahan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal–prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan mempunyai jaringan distribusi yang luas dengan 2 Pusat Distribusi Regional (RDC) yang terletak di Jakarta dan Surabaya dan 46 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 25 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 6 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan.

Baca Juga

HASIL RUPST EPMT 2020

Mei 5, 2020

Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp22.226,91 miliar atau bertumbuh sebesar 7,87% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp20.604,49 miliar. Untuk itu, berdasarkan hasil keputusan RUPST, Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp90,- per lembar saham kepada pemegang 2.708.640.000 saham.

Selanjutnya

PENJUALAN NETO PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING TBK BERTUMBUH SEBESAR 7,9% PADA TRIWULAN PERTAMA 2019

April 30, 2019

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan Entitas Anaknya (“Perseroan”) Tanggal 31 Maret 2019 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut (Tidak Diaudit), dengan ini Perseroan menginformasikan bahwa pada triwulan pertama tahun 2019, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp5.108,52 miliar atau bertumbuh sebesar 7,9%

Selanjutnya