Laba Periode Berjalan pada tahun 2018 bertumbuh 26,2%, Perseroan Membagikan Dividen Tunai Sebesar Rp 90,- Per Lembar Saham

Laba Periode Berjalan pada tahun 2018 bertumbuh 26,2%,
Perseroan Membagikan Dividen Tunai Sebesar Rp 90,- Per Lembar Saham

Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (“Perseroan”) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPS”), yang diadakan di EPM Function Room, Gedung A Lantai II, Jalan Rawa Gelam IV Nomor 6, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Direktur Perseroan, Bapak Djonny Hartono Tjahyadi, dalam Laporan Kinerja Perseroan selama tahun 2018, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp20.604,49 miliar atau bertumbuh sebesar 4,8% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp19.669,10 miliar. Upaya Perseroan untuk mengelola agar pertumbuhan Beban Pokok Penjualan dapat berada di bawah pertumbuhan Penjualan Netonya, memberikan dampak positif terhadap pencapaian Laba Bruto Perseroan pada tahun 2018, yang mencapai Rp2.397 miliar, atau bertumbuh sebesar 12,3%.

Perseroan juga mampu mengelola pertumbuhan Beban Usaha pada tahun 2018, yang pertumbuhannya di bawah pertumbuhan Penjualan Neto Perseroan. Beban Usaha Perseroan yang terdiri dari Beban Penjualan serta Beban Umum dan Administrasi bertumbuh sebesar 4,7% atau mencapai Rp1.568,9 miliar. Dengan demikian Laba Usaha Perseroan mampu bertumbuh sebesar 30,2% atau mencapai Rp828,1 miliar, jika dibandingkan dengan pencapaian Laba Usaha pada tahun 2017 yang mencapai Rp635,93 miliar.

Pada tahun 2018, Perseroan mencatatkan Pendapatan Keuangan sebesar Rp54,47 miliar, serta Pendapatan Operasi Lainnya sebesar Rp24,46 miliar. Setelah dikurangi Beban Keuangan sebesar Rp5,39 miliar, Beban Pajak Final sebesar Rp11,25 miliar, Beban Operasi Lainnya sebesar Rp22,16 miliar, Perseroan mencatatkan Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan sebesar Rp868,23 miliar, bertumbuh sebesar 26,8% jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai Rp684,76 miliar.

Pada tahun 2018, Perseroan membayar Pajak Penghasilan sebesar Rp214,98 miliar. Dengan demikian, Laba Periode Berjalan pada tahun 2018 mencapai Rp653,25 miliar bertumbuh 26,2%, jika dibandingkan dengan Laba Periode Berjalan pada tahun 2017 yang mencapai Rp517,84 miliar.

Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp653,04 miliar, telah disetujui penggunaannya oleh RUPS, yaitu sebagai berikut:
1. Rp243,78 miliar atau 37,33% dibagikan sebagai Dividen Tunai bagi pemilik 2.708.640.000 saham, sehingga setiap lembar saham mendapatkan Dividen Tunai Rp90,-
2. Rp6,53 miliar dibukukan sebagai Dana Cadangan;
3. Rp402,76 miliar dibukukan sebagai Laba Ditahan.

Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 (Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 (Diaudit), Total Aset Perseroan meningkat dari Rp7,43 triliun menjadi Rp8,32 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 12,1%. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 10,5% dari Rp2,30 triliun sampai dengan 31 Desember 2017 menjadi Rp2,54 triliun di akhir tahun 2018. Total Ekuitas Perseroan meningkat 12,8% dari Rp5,13 triliun menjadi Rp5,79 triliun.

Kinerja Masing – Masing Divisi
Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan Kesehatan.
Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:
● Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 42,21%. Pada akhir tahun 2018, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp8.698,00 miliar atau bertumbuh sebesar 4,60% jika dibandingkan dengan tahun 2017.
● Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 27,68%. Sampai dengan akhir tahun 2018, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp5.702,42 miliar atau bertumbuh sebesar 2,55% jika dibandingkan dengan tahun 2017.
● Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp3.032,82 miliar pada akhir tahun 2018 dengan kontribusi sebesar 14,72% dan meningkat sebesar 3,01% jika dibandingkan dengan dengan tahun 2017.
● Divisi Bahan Baku Untuk Dijual mencatatkan Penjualan Neto yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp1.748,38 miliar pada akhir tahun 2018, bertumbuh sebesar 18,04% dibanding dengan tahun 2017. serta memberikan kontribusi sebesar 8,49% terhadap Penjualan Neto Perseroan.
● Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 6,70% pada akhir tahun 2018, dengan Penjualan Neto tercatat sebesar Rp1.381,43 miliar, meningkat sebesar 4,42% jika dibandingkan dengan tahun 2017.
● Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp35,18 miliar, turun sebesar 3,84% jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp36,59 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,17% terhadap total Penjualan Neto Perseroan.
● Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 0,03% terhadap Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp6,25 miliar, turun sebesar 21,21% jika dibandingkan dengan tahun 2017.

Berdasarkan RUPST, dihasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, termasuk didalamnya laporan kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan tersebut;

2.
a. Menyetujui atas penggunaan keuntungan Perseroan pada tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk tahun buku 2018, sebesar Rp653,064,164,661 sebagai berikut:
i. Sebesar Rp243,777,600,000 atau 37,33% sebagai dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang 2.708.640.000 saham, sehingga setiap saham akan mendapat dividen tunai sebesar Rp.90 dengan memperhatikan peraturan perpajakan yang berlaku;
ii. Sebesar Rp6,530,641,647 disisihkan sebagai Dana Cadangan;
iii. Sisa laba tahun berjalan sebesar Rp402,755,923,014 dibukukan sebagai laba ditahan.

b. Memberi wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan dengan pembagian dividen tunai tersebut, termasuk tidak terbatas untuk menentukan jadwal waktu, tanggal dan cara pembayaran dividen tunai tersebut;

3.
a. Mengangkat Bapak STANLEY HANDIONO ANGKASA selaku Direktur, sehingga selanjutnya susunan anggota Direksi Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2021, adalah sebagai berikut:
DIREKSI:
Presiden Direktur : Bapak DJONNY HARTONO TJAHYADI.
Direktur : Bapak JOS IWAN ATMADJAJA.
Direktur : Bapak HANDI HALIM.
Direktur : Bapak STANLEY HANDIONO ANGKASA.

b. Memberikan wewenang dan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan, sehubungan dengan pengangkatan anggota Direksi Perseroan tersebut termasuk tetapi tidak terbatas untuk membuat atau meminta untuk dibuatkan serta menandatangani segala akta yang dibuat dihadapan Notaris, selanjutnya memberitahukan kepada pihak yang berwenang serta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

4.
a. Menyetujui dan Menetapkan gaji dan/atau tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan secara keseluruhan untuk tahun buku 2019 sebesar sama dengan tahun buku sebelumnya (tahun buku 2018), dengan kenaikan tidak melebihi 0,02% dari total Penjualan Neto Perseroan tahun 2018 dan memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan alokasinya, dengan memperhatikan masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi.
b. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan/atau tunjangan bagi anggota Direksi Perseroan, dengan memperhatikan masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.

5.
a. Menunjuk Akuntan Publik yang akan mengaudit untuk melakukan pemeriksaan Laporan Keuangan (Laporan Keuangan Konsolidasian) Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, sebagaimana telah mempertimbangkan usulan dari Dewan Komisaris Perseroan.
b. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik pengganti maupun memberhentikan Akuntan Publik yang telah ditunjuk, bilamana karena sebab apapun juga berdasarkan ketentuan Pasar Modal di Indonesia Akuntan Publik yang telah ditunjuk tersebut tidak dapat melakukan/menyelesaikan tugasnya.
c. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dari Akuntan Publik tersebut berikut syarat-syarat penunjukkannya.

Sedangkan berdasarkan RUPSLB, dihasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2017 berikut perubahan atau pembaharuannya atau bunyi lain sebagaimana ditentukan instansi yang berwenang, sebagaimana telah disampaikan dalam Rapat.
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi, untuk melakukan segala dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan keputusan tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas untuk menyatakan/menuangkan keputusan tersebut dalam akta-akta yang dibuat dihadapan Notaris, untuk merubah, menyesuaikan dan/atau menyusun kembali ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2017 berikut perubahan atau pembaharuannya (bila ada) dan bunyi lain sebagaimana ditentukan instansi yang berwenang, sebagaimana yang disyaratkan oleh serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang selanjutnya untuk mengajukan permohonan persetujuan dan/atau menyampaikan pemberitahuan atas keputusan Rapat ini dan/atau perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam keputusan Rapat ini kepada instansi yang berwenang, serta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tentang Enseval
Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 4.500 karyawan. Enseval menjadi Perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal–prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 2 Pusat Distribusi Regional (RDC) yang terletak di Jakarta dan Surabaya dan 48 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 28 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 6 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan.

Baca Juga

Perubahan susunan Dewan komisaris, Komite Audit, Komite Nominasi & Remunerasi.

Maret 5, 2018

PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Perseroan) dengan belasungkawa yang mendalam, menyampaikan perubahan susunan Dewan Komisaris, Komite Audit, serta Komite Nominasi & Remunerasi sehubungan dengan wafatnya Bapak J.B. Apik Ibrahim selaku Komisaris Independen, Ketua Komite Audit dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan pada hari Kamis tanggal 1 Maret 2018.

Selanjutnya

HASIL RUPST 2018

Mei 15, 2018

PENJUALAN NETO PERSEROAN BERTUMBUH SEBESAR 3,9% PADA AKHIR TAHUN 2017, PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING Tbk MEMBAGIKAN DIVIDEN TUNAI SEBESAR RP 5,- PER LEMBAR SAHAM

Selanjutnya