HASIL RUPST EPMT 2020

Penjualan Neto Perseroan Bertumbuh Sebesar 7,87% Pada Akhir Tahun 2019,
Perseroan Membagikan Dividen Tunai Sebesar Rp 90,- Per Lembar Saham.

Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (“Perseroan”) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPS), yang diadakan di EPM Function Room, Gedung A Lantai II, Jalan Rawa Gelam IV Nomor 6, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Direktur Perseroan, Bapak Djonny Hartono Tjahyadi, dalam Laporan Kinerja Perseroan selama tahun 2019, Penjualan Neto Perseroan tercatat sebesar Rp22.226,91 miliar atau bertumbuh sebesar 7,87% jika dibandingkan dengan Penjualan Neto pada akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp20.604,49 miliar. Untuk itu, berdasarkan hasil keputusan RUPST, Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp90,- per lembar saham kepada pemegang 2.708.640.000 saham.

Pada akhir tahun 2019 Beban Usaha Perusahaan tercatat sebesar Rp1.727,31 miliar, terdiri dari Beban Penjualan sebesar Rp1.504,82 miliar dan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp222,49 miliar, atau naik 7,77% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp1.568,90 miliar. Dengan demikian Perseroan dapat mencatatkan Laba Usaha sebesar Rp727,62 miliar.

Dari perbandingan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 (Diaudit) dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 (Diaudit), Total Aset Perseroan meningkat dari Rp8,32 triliun menjadi Rp8,70 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 4,59%. Total Liabilitas Perseroan meningkat sebesar 1,60% dari Rp2,53 triliun sampai dengan 31 Desember 2018 menjadi Rp2,58 triliun di akhir tahun 2019. Total Ekuitas Perseroan meningkat 5,90% dari Rp5,79 triliun di akhir tahun 2018 menjadi Rp6,13 triliun di akhir tahun 2019.

Kinerja Masing – Masing Divisi
Perseroan mempunyai 7 Divisi, yang terdiri dari Divisi Barang Konsumsi, Obat Dengan Resep Dokter, Obat Bebas, Bahan Baku Untuk Dijual, Peralatan Kesehatan, Obat Hewan & Ternak dan Jasa Pelayanan Kesehatan. Adapun rincian daripada kinerja masing-masing Divisi dalam Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:
• Divisi Barang Konsumsi, merupakan divisi dengan kontribusi terbesar terhadap total Penjualan Neto, yaitu sebesar 42,88%. Pada akhir tahun 2019, divisi ini berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp9.531,47 miliar atau bertumbuh sebesar 9,58% jika dibandingkan dengan tahun 2018.
• Divisi Obat Dengan Resep Dokter, memberikan kontribusi kedua terbesar setelah Divisi Barang Konsumsi dengan kontribusi sebesar 28,26%. Sampai dengan akhir tahun 2019, Divisi Obat Dengan Resep Dokter berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp6.282,07 miliar atau bertumbuh sebesar 10,16% jika dibandingkan dengan tahun 2018.
• Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan Penjualan Neto sebesar Rp2.933,92 miliar pada akhir tahun 2019 dengan kontribusi sebesar 13,20% dan turun sebesar 3,26% jika dibandingkan dengan dengan tahun 2018.
• Divisi Bahan Baku Untuk Dijual mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp1.808,80 miliar pada akhir tahun 2019, bertumbuh sebesar 3,46% dibanding dengan tahun 2018. serta memberikan kontribusi sebesar 8,14% terhadap Penjualan Neto Perseroan.
• Divisi Peralatan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 7,29% pada akhir tahun 2019, dengan Penjualan Neto tercatat sebesar Rp1.621,22 miliar, meningkat sebesar 17,36% jika dibandingkan dengan tahun 2018.
• Penjualan Neto dari Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp43,67 miliar, meningkat sebesar 24,13% jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp35,18 miliar. Divisi Obat Hewan dan Ternak memberikan kontribusi sebesar 0,20% terhadap total Penjualan Neto Perseroan.
• Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 0,03% terhadap Penjualan Neto yang tercatat sebesar Rp5,76 miliar, turun sebesar 7,79% jika dibandingkan dengan tahun 2018.

Berdasarkan RUPST, dihasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, termasuk didalamnya laporan kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan tersebut;

2.
a. Menyetujui atas penggunaan keuntungan Perseroan pada tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk tahun buku 2019, sebesar Rp580.629.918.596,00 sebagai berikut:
i. Sebesar Rp243.777.600.000,00 atau 41,99% sebagai dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang 2.708.640.000 saham, sehingga setiap saham akan mendapat dividen tunai sebesar Rp.90,00 dengan memperhatikan peraturan perpajakan yang berlaku;
ii. Sebesar Rp5.806.299.185,00 disisihkan sebagai Dana Cadangan;
iii. Sisa laba tahun berjalan sebesar Rp331.046.019.410,00 dibukukan sebagai laba ditahan.

b. Memberi wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan dengan pembagian dividen tunai tersebut, termasuk tidak terbatas untuk menentukan jadwal waktu, tanggal dan cara pembayaran dividen tunai tersebut;

3.
a. Menyetujui dan Menetapkan gaji dan/atau tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan secara keseluruhan untuk tahun buku 2020 sebesar sama dengan tahun buku sebelumnya (tahun buku 2019), dengan kenaikan tidak melebihi 0,02% (nol koma nol dua persen) dari total Penjualan Neto Perseroan tahun 2019 dan memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan alokasinya, dengan memperhatikan masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi.
b. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan/atau tunjangan bagi anggota Direksi Perseroan, dengan memperhatikan masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
4.
a. Menunjuk Akuntan Publik yang akan mengaudit untuk melakukan pemeriksaan Laporan Keuangan (Laporan Keuangan Konsolidasian) Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, sebagaimana telah mempertimbangkan usulan dari Dewan Komisaris Perseroan.
b. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik pengganti maupun memberhentikan Akuntan Publik yang telah ditunjuk, bilamana karena sebab apapun juga berdasarkan ketentuan Pasar Modal di Indonesia. Akuntan Publik yang telah ditunjuk tersebut tidak dapat melakukan/menyelesaikan tugasnya.
c. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dari Akuntan Publik tersebut berikut syarat-syarat penunjukkannya.

Tentang Enseval
Enseval adalah Perusahaan Distribusi terbesar di Indonesia yang sudah memulai kegiatan distribusi sejak Tahun 1973 dan telah memiliki lebih dari 4.500 karyawan. Enseval menjadi Perusahaan terbuka pada 1 Agustus 1994 dengan nama PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT). Selain mendistribusikan produk-produk dari Kalbe Grup, Enseval juga telah dipercaya oleh prinsipal–prinsipal lain baik dari dalam maupun luar negeri. Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 2 Pusat Distribusi Regional (RDC) yang terletak di Jakarta dan Surabaya dan 48 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia serta 28 cabang melalui Anak Perusahaan PT Tri Sapta Jaya. Hingga kini, Perseroan telah memiliki 7 Anak Perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi, bahan baku, peralatan kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan.

Jakarta, 5 Mei 2020

Baca Juga

PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING Tbk. MENINGKATKAN KAPASITAS GUDANG DI JAKARTA

November 1, 2008

Pada tanggal 11 December 2008, PT Enseval Putera Megatrading Tbk secara resmi membuka fasilitas gudang yang baru, yaitu Pusat Distribusi Regional B (RDC B). RDC B merupakan perluasan dari RDC A, yang lokasinya bersebelahan satu sama lain. PT EPM Tbk. yakin dengan adanya pening

Selanjutnya

Penjualan Neto Bertumbuh Sebesar 11,86%

Oktober 31, 2014

Penjualan neto Perseroan pada tanggal 30 September 2014 tercatat sebesar Rp12.479,94 miliar.

Selanjutnya