Memasuki era bisnis yang penuh kompetisi dan tantangan membuat setiap perusahaan harus bisa tampil beda. Salah satunya dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Karena sesungguhnya pelanggan merupakan aset terbesar bagi setiap perusahaan.

Pertanyaan yang muncul adalah apa arti pelayanan terbaik itu? Pelayanan terbaik bukan hanya sebatas memberikan senyuman dan menampilkan sederatan front liner tercantik saja, tetapi pelayanan terbaik adalah memenuhi kebutuhan pelanggan – bahkan melampaui harapan pelanggan (going beyond) dengan cara memberikan “Nilai Terbaik”.

EPM sudah membuat langkah besar dengan memberikan pelatihan Quality Service Managementkepada seluruh ABM saat acara rakernas ABM. Tak tanggung-tanggung pelatihan ini disampaikan langsung oleh Quality Service Centre yang  merupakan bagian dari Singapore Airline.  Selama training, seluruh ABM terlihat antusias dalam mempelajari materi. Mereka berperan aktif dalam diskusi kelompok, presentasi, energizer dll. Riuh rendah pertanyaan senantiasa mengisi ruang training di Regency Hyatt Hotel Jogyakarta. Seluruh ABM diajak untuk menyamakan persepsi mengenai definisi pelayanan, mengenal lebih dekat siapa dan dimana pelanggan EPM berada dan akhirnya – bagaimana cara merancang (re-design) strategi pelayanan yang terbaik bagi setiap pelanggan.

Diharapkan melalui pelatihan yang singkat ini para ABM dapat menemukan esensi terbaik dari apa yang dinamakan pelayanan (service) serta bisa mengimplementasikannya keseluruh tim di cabang masing-masing dalam rangka memenangkan persaingan dan pencapaian target yang sudah ditetapkan. Service….service….service….Yes!

Setelah training kegiatan rapat kerja dimulai. Rapat kerja dibuka oleh Presiden Direktur EPM, Bpk. Vidjongtius, dihadiri oleh seluruh Dewan Direksi dan Komisaris PT. EPM. Rapat kerja ABM membicarakan budget dan strategi pencapaian target yang harus dicapai di tahun 2008. Pada kesempatan ini juga diberikan penghagaan terhadap kantor cabang yang berhasil mendapatkan pencapaian terbaik di tahun 2006. Kegiatan rapat kerja diselingi dengan factory visit ke PT. MAK yang memproduksi peralatan kesehatan seperti kursi roda, tempat tidur, kruk (alat bantu untuk berjalan).

Untuk meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak internal, rapat kerja ABM juga menghadirkan presentasi dan diskusi dari semua departemen di EPM. Diharapkan dengan presentasi ini koordinasi dan kerjasama di EPM semakin kuat.  Dihari terakhir rapat kerja diisi dengan kegiatan city tour dan pertandingan olahraga mempertemukan peserta rapat kerja dan karyawan cabang Jogjakarta.

Rapat kerja ABM ditutup dengan acara Gala Dinner. Pak Frans (ABM Jambi) menampilkan tarian suku Dayak yang indah dan menarik. Dengan menggunakan senjata khas Dayak, dari jarak  sekitar 8 meter Pak Frans membuka gulungan target yang harus dicapai di tahun 2008, yakni senilai 8,13 triliyun rupiah.  Dengan kerjasama yang baik, tak ada yang tidak bisa dicapai. (ijs-red)